Jumat, 12 Agustus 2016

Mengenal Batuan

Di alam dikenal tiga jenis batuan yaitu batuan beku (igneous rock), batuan sedimen (sedimentary rock) dan batuan metamorf (metamorphic rock). Dalam artikel ini akan di bahas secara detail mengenai tiga jenis batuan tersebut.

Batuan Beku

Contoh Batuan Beku
Batuan Beku merupakan hasil pembekuan magma. Magma adalah senyawa silikat yang cair, pijar dan panas, serta terbentuk secara alamiah terdapat dalam perut Bumi. Bila magma keluar dari dalam perut Bumi dan mencapai permukaan serta berhubungan dengan udara luar, berubah menjadi basa (basic). Apabila magma membeku, akan membentuk Kristal dari berbagai mineral. Mineral-mineral tersebut “berkumpul” secara alamiah sehingga akan membentuk batuan. Oleh sebab itu, dikenal pula batuan beku asam (acid igneous rock), batuan beku tengahan (intermediate igneous rock), dan beku basa (basic igneous rock). Pembentukan Kristal sangat bergantung pada suhu dan tekanan. Oleh sebab itu, apabila terjadi perubahan suhu dan/atau tekanan di lingkungan magma, terjadi pula perubahan struktur dan tekstur pada batuan beku yang terbentuk. Magma yang membeku secara tiba/tiba cepat akan menghasilkan ukuran Kristal yang masih kecil-kecil. Bila pembekuan magma terjadi secara pelan-pelan dalam arti penurunan suhunya berjalan pelan-pelan atau bertahap, Kristal yang terbentuk ukurannya besar-besar. Dapat ditafsirkan bahwa pembekuaan magma terjadi di dalam kulit Bumi, tetapi sudah dekat dengan permukaan tanah. Oleh sebab itu, klasifikasi batuan beku dapat disusun berdasarkan atas berbagai parameter

Batuan sedimen

Contoh Batuan Sedimen
Secara umum batuan sedimen dikelompokkan menjadi dua yaitu betuan sedimen klastik dan batuan sedimen nonklastik (batuan sedimen kimia). Berdasarkan atas ukuran butir mineral pembentukannya batuan sedimen klastik dibagi menjadi:
  • Konglongmerat
  • Breksi
  • Batupasir, dapat berupa arkose dan greywacke
  • Batulanau (serpih)
  • Batulempung berlapis (shale)
  • Batu lempung (claystone)
  • Batuan sedimen kimia nonklastik terdiri atas:
  • Batu gamping (Limestone)
  • Dan Batu dolomite (Dolostone)


Ada pun beberapa geologist membagi batu gamping menjadi dua bagian yaitu batu gamping klastik yang merupakan batugamping berlapis hasil rombakan nonklastik dan batugamping nonklastik yang merupakan perkembangbiakan utama “rumah” binatang koral (coralline limestone).
Batuan sedimen klastik merupakan rombakan dari batuan yang lebih tua melalui tahapan proses pelapukan, erosi, transportasi, sortasi, sedimentasi dan kompaksi. Oleh karena itu, besaran ukuran butir mineral dan bentuk dipertimbangkan. Pada batuan sedimen berukuran pasir hingga lanau material penyusunnya dikenal dengan istilah matrik dan semen, sedangkan untuk batuan sedimen klastik ukuran kasar (konglongmerat dan breksi) dikenal istilah flagmen, matrik dan semen. Semen yang berfungsi sebagai pengikat antarmatrik atau antara fragmen dan matrik, pada umumnya terdiri dari mineral karbonat atau mineral silikat.

Batuan Metamorf

Contoh Batuan Metamorf
Batuan metamorf sering juga disebut dengan istilah batuan malihan adalah batuan hasil proses metamorfosis yang berasal dari jenis batuan lain. Dari bahasanya, metamorf berasal dari kata meta (lain) dan morfis (bentuk). Batuan asal mula yang menjadi batuan metamorf. Karena sifat batuan beku, batuan sedimen maupun batuan metamorf berbeda-beda baik sifat fisik, sifat mineralogi dan kimiannya, maka perubahan-perubahan yang terjadi akibat proses metamorfosis itu juga berpengaruh dan terjadi pada komponen-komponen tersebut.


Artikel Terkait

Mengenal Batuan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email